HOT dalam pembelajaran dan penilaian (Tahun 2020)

HOT

Dikalangan guru istilah HOT ini tiba-tiba muncul. beberapa kali saya bertanya kepada guru-guru di beberapa sekolah, kebanyakan mereka belum begitu memahami tentang istilah HOT ini secara detail.

mungkin kalau ditanya sekedar arti dan maksudnya alhamdulillah beberapa guru mengetahui tetapi ketika saya bertanya bagaimana aplikasi dalam pengajaran dan pembuatan soal maka disitulah banyak guru yang masih kurang mengerti.

Apa itu HOT

Baik, sekedar mengulang kembali dari awal. kita mulai dari singkatannya. HOT adalah singkatan dari Higher other thingking atau berpikir tingkat tinggi. Karena berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mampu berpikir tingkat tinggi maka ditambahkan huruf S, menjadi HOTS (higher order thingking skill).

Anak yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi adalah anak yang berpikiran kritis. Tidak hanya mampu mengumpulkan imformasi (ilmu pengetahuan) dan memahaminya, tetapi anak mampu menyimpulkan konsekwensi dari apa yang telah dia ketahui serta mampu mengambil manfaat untuk kehidupannya sehari-hari.

Dimensi pengetahuan yang didapat adalah Metakognitif. anak melakukan sesuatu dengan sadar dalam hidupnya karena ilmu atau imformasi  yang sudah dia miliki.

 

Level Kognitif & Dimensi Pengetahuan

Ketika kita membicarakan HOTS berarti kita membicarakan level kognitif. Kemudian apa hubungannya dengan dimensi pengetahuan yang didapat oleh si anak.

Untuk memudahkan pemahaman, maka hubungan keduanya digambarkan dalam tabel dibawah ini:

Data imformasi yang didapat pada awal anak belajar adalah berupa data-data factual. Pada tahapan ini  (C1) banyak imformasi yang didapat. anak mampu mengetahui  dan mengingat fakta imformasi , contoh: bentuk, warna, jumlah dan sebagainya.

Sampai akhirnya anak memahami (C2) imformasi yang didapat berupa konsep atau teori. anak mampu mendeskripsikan pengetahuannya secara detail dengan bahasanya sendiri. contoh: tentang ciri-ciri dan fungsinya.

Level selanjutnya anak mampu menerapkan (C3) terhadap konsep yang sudah dipahami secara prosedural.  Contoh : berwudhu dengan urutan yang benar.

Level selanjutnya adalah HOTS yaitu anak mampu menjawab pertanyaan yang ada pada dirinya tentang keingintahuan terhadap imformasi pengetahuan yang sudah mereka dapat yang ujungnya adalah kesadaran melakukan sesuatu berdasarkan ilmu yang sudah mereka pahami (metakognitif).

pada tahapan ini anak berpikiran kritis dan mampu menganalisis dan menilai atas imformasi pengetahuan yang diterima serta secara sadar menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

yuk kita lihat contohnya

Pertama anak mengetahui wudhu sesuai sunnah, urutan cara wudhu yang benar, kemudian anak mengetahui fungsi dan manfaatnya.

Tahap selanjutnya  anak mampu melaksanakan berwudhu dengan cara yang benar.

Pada tahap HOTS,

  • Anak membandingkan cara wudhu yang sesuai dicontohkan oleh Rosulullah dengan  cara wudu yang tidak ada contohnya
  • Anak juga akan menilai cara wudhu yang benar dan cara wudhu yang salah
  • Anak segera berwudhu ketika azan terdengar berkumandang di Masjid untuk melaksanakan sholat wajib 5 rokaat
  • anak juga secara sadar akan memperbaiki wudhunya setiap kali batal wudhu
  • Anak dengan sadar menjauhi perkara-perkara bid’ah

Dua Hal Dasar Yang harus dimiliki oleh Anak Dalam Pembelajaran HOTS

  1. Literasi
  2. Empat C (comunication, Collaboration, Critical Thinking & Creativity)

Fungsi guru adalah sebagai scaffolding yang mampu memberikan stimulus sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik

Ada Empat Model Pembelajaran HOTS

  1. Discovery/Inquiry Learning
  2. Problem – Based Learning
  3. Project – Based Learning

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *